Tinggalkan komentar

Sejarah Desa Depok Panjatan Kulon Progo

ASAL-USUL (SEJARAH)

DESA DEPOK, PANJATAN KULON PROGO

            Konon menurut sejarah dari beberapa orang-orang yang tau tentang riwayat singkat asal-asul dari nama desa Depok menurut versi cerita orang “Bakul Sianmbi Woro” yaitu:

Setelah para Abdi Daiem atau kerabat Keraton Mataram khususnya yang melarikan diri dari serbuan Belanda yaitu Garwo Ampean dengan melalui pintu belakang Garwo Ampean tersebut melarikan diri kearah tenggara dengan Abdi Setianya yaitu Kyai Depok dan Nyai Depok.

Garwo Ampean dan Kyai Depok, serta Nyai Depok terus berlari siang malam melalui hutan dan sungai dengan keteguhan hatinya yang dibantu kedua abdinya itu, tibalah disuatu tempat yang masih rawan,apalagi masih berwujud rawa. Yang kanan kirinya masih tumbuhan ilalang dan masih banyak tumbuhan dengan penduduknya yang masih jarang.

Disitulah Garwo Ampean dan Abdi setianya memulai penghidupannya, untuk pertama kalinya yang dilakukan untuk melindungi dari ancaman segala sesuatu, maka Garwo Ampean dengan abdinya Kyai Depok dan Nyai Depok bersama orang kepercayaanya membuat tanggul di sebelah utara, setelah selesai, darerah itu pun tumbuh dengan pesatnya. Rakyat sangat senang terhadap Garwo Ampen serta Kyai Depok dan Nyai Depok, maka bersumpahlah Garwo Ampean yang disaksikan oleh kedua Abdinya “kalu ada rajane jaman daerah ini kami namakan pedukuhan Tanggul”. Untuk melastariakan pedukuhan Tanggul tersebut diangkatlah salah satu Abdinya untuk Ngesuhi dan sampai sekarang pedukuhan Tanggul masih utuh dan nama pedukuhan Tanggul masih dilestarikan walaupun sekarang pedukuhan Tanggul terbagi III.

Garwo Ampean dan Kedua Abdinya segera membenahi memberikan petunjuk tentang tata cara bertani, bekerja olah pertukangan dan lain sebagainya. Apalagi mengenai perbintangan dan tata cara terhadap pengabdian terhadap yang Maha Kuasa.

Hari demi hari, bualan berganti bulan rakyat semakin merasakan ketenangan, hidupnya semakin membaik, daerahnya subur berkat bimbiangan dari Garwo Ampean dan Abdinya itu sambil bersumpah , kali ini yang diberi mandate untuk memberikan daerah ini adalah Abdinya yaitu Kyai Depok. Karena waktu itu banyak yang minta tolong, maka diberi nama pedukuhan “Tulungan” dan sampai sekarang masih dilestarikan, dipimpin oleh seorang dukuh juga sudah mengalami beberapa pergantian. Puaslah sudah Garwo Ampean dan kedua Abdinya lantas pergi kearah barat , namun alangkah terkejut masih “Rowo-rowo” yang tumbuh banyak ganggeng, lumut, dll. Sehingga tidak dapat dihuni, sehingga terpaksa Garwo Ampean dan kedua Abdinya bekarja keras untuk membuat daerah ini menjadi dapat dihuni penduduk.

Atas keuletan dan ketabahan dalam menghadapi segala cobaan, maka Sang Hyang Widi mengabulkan daerah ini menjadi daerah hunian. Banyak rakyat yang berbondong-bondong ke daerah ini minta agar Garwo Ampean dan kedua Abdinya untuk memimpin agar daerah ini menjadi daerah yang subur. Hal ini membuat Garwo Ampean dan kedua Abdinya menjadi haru, maka diterima menjadi pengasuh, rakyat merasa senang dan bahagia.

Kebahagiaan dan ketentraman ini berlanjut sehingga Garwo Ampean serta Abdinya Kyai Depok  dan Nyai Depok merasa lega, maka pamitlah dia untuk memberi nama apapun, atau memberi “aran” maka diberi nama daerah ini “ngaran”. Dan sampai sekarang juga masih dilestarikan menjadi pedukuhan Ngarang. Dan juga dipimpin oleh seorang dukuh, daerah ini merupakan daerah terakhir perjuangan Garwo Ampean dan Abdinya Kyai Depok serta Nyai Depok.

Tahun demi tahun usia Garwo Ampean semakin tua, fisiknya semakin melemah, maklum beliau seorang perempuan. Diusianya yang sudah tua itu Garwo Ampean saki-sakitan dan beberapa bulan beliau sakit yang sangat berat. Menjelang subuh Garwo Ampean dipanggil oleh yang Maha Kuasa. Jasadnya dimakamkan dadaerah ini juga yaitu “Klampean” yang berarti “kal” yaitu waktu untuk hidupnya “Ampean” adalah nama asli dari Garwo Ampean, yang sampai seakarang masih dilestarikan yaitu Makam Klampean yang terletak di Dukuh VII Depok.

Setelah meninggalnya Garwo Ampean, maka tinggallah kedua abdinya yaitu Kyai Depok dan Nyai Depok yang melanjutkan perjuangannya, karena Garwo Ampean tidak meninggalkan keturunan. Kemudain kedua Abdinya membuat papan atau pasanggrahan, disinilah beliau melanjutkan sisa hidupnya dengan mesanggran dan menjadi orang tua. Banyak penduduk yang datang untuk meminta ilmu, baik ilmu keagamaan, ilmu pertanian dll. Makin lama makin terkenal, terutama dari wilayah yang pernah didirikan, baik Tanggul, Tulungan, Ganggengan dan Ngaran untuk tetap menjadi satu wilayah. Kyai Depok dan Nyai Depok adalah orang yang lembut, sabar, penyayang, suka memberi maka dia disegani dan dijunjung serta di muliakan.

Depok berarti papan atau pasanggrahan yang untuk menimba ilmu, ataupun papan dimana para siswa lenggah “Lungguh” atau istialh jawa kuno “Depok”, sehingga nama Depok dilestarikan sebagai nama Desa Depok yang mempunyai pedukuhan Tanggul. Tulungan, Ganggengan, Ngaran dan jumlahnya ada 11 Pedukuhan. Dan desa depok mengalami beberapa peralihan dari masa ke masa. Setelah beberapa hari Kyai Depok meninggal, Nyi Depok pun meninggal dunia dan dimakamkan di makam dekat Garwo Ampean  yaitu Makam Klampean.  Jadi di makam Klampean terdapat Makam Garwo Ampean dan kedua Abdinya yaitu Kyai Depok dan Nyai Depok, sehingga setiap tanggal 10 sura diadakan doa bersama untuk mengenang dan mendoakan arwah Garwo Ampean serta Kyai Depok dan Nyai Depok.

Demikianlah asal-usul(sejarah) nama Desa Depok yang menurut cerita orang tua ataupun versi “Bakul Sinambi Woro”.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

de_dzuhri 14

A topnotch WordPress.com site

Go Online !

Give your more smile :)

Puzpha kesuma Niingsih :)

Welcome to my blog ^_^

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

Anjar Priyadi

Hadapi hidup ini dengan penuh Semangat Baru

yayaz raraz adyu

"Dunia yang kita ciptakan adalah produk pemikiran kita. Kita tidak akan bisa mengubahnya tanpa mengubah pemikiran kita."(Albert Einstein)

mesyaadizzy

A great WordPress.com site

Blog'e Cah Bagus

Oyi tooo....??

satrio teddy bintono

maravillosa vida en la búsqueda de una bendición

yayaalankaabut

jangan biarkan waktu berlalu sia-sia

Bakti Esnaning Fitri

Happy Always !!!! :)

FM Forever

Mind to Wisdom

Titi Isworo

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Destika Erna Puspita :)

Tersenyum & Selalu Senang :)

ENGGAR WIAR'10

Mata bisa melihat dengan jelas,namun hanya hati yang bisa melihat dengan jujur

affastt

My "life" is My "dream"

enggardinisukmawati

Senyuman itu seperti perban, walaupun lukanya tertutupi tetapi sakitnya masih terasa :)

Pustaka Wayang 02

Menuju ke Perpustakaan Terbuka Wayang Digital

Amallia Abbas

jujur, sunggug-sungguh, ikhlas :)

diars97

bersama meraih kesuksesan

%d blogger menyukai ini: