4 Komentar

RESENSI DAN SINOPSIS NOVEL “SENTUHAN INDAH ITU BERNAMA CINTA “

sentuhan indah itu bernama cintaRESENSI NOVEL

Judul buku: Sentuhan Indah itu Bernama Cinta
Pengarang: Mira Widjaya (Mira W).
Penerbit: PT. Gramedia Pustaka
Tempat terbit: Jakarta
Tahun terbit: 2007
Cetakan ke-: 2
Jumlah halaman: 304 halaman

Mira W. adalah pengarang novel remaja yang sangat terkenal. Novel-novel yang pernah dibuat antara lain Obsesi Sang Narsis, Tembang yang Tertunda ,Selondra, Di Sydney Cintaku Berlabuh, dan lain sebagainya. Ciri khas novel yang dikarangnya selalu ada gambar bunga yang menghiasai cover bukunya . Mira W lahir di Jakarta 13 September 1951.

Novel Sentuhan Indah itu Bernama Cinta ini adalah novel yang tidak banyak karakter, sehingga mudah mengenali tokoh yang antagonis dan protagonis. Novel ini mengikuti jalan cerita lewat kejadian-kejadian yang dialami tokoh utama. Tokoh utama dalam novel ini adalah Ferel dan Tara. Novel ini menggunakan alur campuran.

Ferel adalah pemuda yang tampan yang memiliki watak yang keras tidak suka di tantang. Tetapi di samping itu Ferel juga memiliki sifat jail. Dari sifat jail itu Ferel bisa menjadi dekat  dengan Tara. Berbeda dengan Tara, Tara adalahgadis cantik yang memiliki sifat Jutek. Tapi Tara juga anak yang pintar, setia dan menarik. Dari sifat jutek itu Ferel menjadi tetarik kepada Tara.

Watak Ferel yang selalu berubah-ubah ini yang sering menjadi konflik dalam novel. Seperti Ferel tiba-tiba menghilang.

Kelebihan novel ini adalah ceritanya bisa mebawa pembaca seperti berada pada cerita itu, misal pada saat ceritanya sedih, maka pembaca juga akan ikut menangis. Kekurangan novel ini ada sedikit unsur pornografi sehingga hanya dapatdi baca oleh orang dewasa.

Novel ini berjalan dalam tempo yang tepat terpenggal-penggal dalam adegan yang singkat secara tiba-tiba.

Dengan teknik demikian pembaca diberikan suatu kejadian dari atas.kita tahu pada suatu ketika yang sama terjadi perbuatan toko-tokoh tertentu di berbagai tempat. Dengan demikian, pengarang berhasil menimbuhkan suspensi yang wajar ke arah terbentuknya krisis kejadian.

Dan memang novel ini berakhir dengan Happy Ending walaupun Ferel mempuanyai penyakit “alzheimer” penyakit yang mebuat kemunduran intelektual yang progressif. Penyakit yang membuat Ferel lupa kepada istri dan anaknya.

Novel ini sangat bagus untuk orang dewasa. Karena novel ini sangat mengharukan, dan penggambarannya sangat  nyata. Bagi para remaja yang menyukai novel-novel romantis, mungkin akan sangat menyesal jika tidak membaca novel ini.

Sinopsis

Tara adalah gadis kecil yang duduk di bangku SD yang mempunyai wajah menawan, pintar,menarik, mata yang indah gayanya yang menarik mendiami sebuah rumah di Jakarta. Dirumah tersebut Tara tinggal bersama ayahnya.

Pagi itu Tara pergi ke sekolah. Disekolah Tara dikenal sebagai cewek yang paling rajin dan pintar di kelasnya. Di sekolah dia selalu diganggu temannya yaitu Ferel, Ferel selalu mengganggu Tara, Tara sering kesal melihat kelakuan Ferel yang selalu aja pinjam buku kepada Tara. Dengan seringnya Ferel menggoda dan mengganggu Tara dengan itu pula mereka menjadi teman dekat. Ferel pun sering belajar bersama dirumah Tara.

Mereka berteman hingga lulus SD, tetapi setelah ada pengumuman kelulusan ternyata Ferel tidak lulus, saat ayah Ferel tau kalau Ferel tak lulus, ayah Ferel sangat marah dan mengira Ferel tidak lulus karena berteman dengan Tara. Tara pun berusaha menjelaskan, tapi ayah Ferel tetap tidak suka kepada Tara dan tetap menganggap Tara adalah penyebab tidak lulusnya Ferel, tapi bukan Tara penyebab tidak lulusnya Ferel, memang akhir-akhir itu sebelum ujian Ferel jadi sering diam menyendiri dan kadang kala matanya berkaca-kaca seperti menahan tangis, entah masalah apa yang dihadapi Ferel.

Tara mengetahui perubahan Ferel, tidak biasanya Ferel seperti itu biasanya dia ceria, jail, tidak bisa diam, tapi mengapa sekarang dia jadi pendiam seperti itu. Tara pun berusaha bertanya kepada Ferel, tapi Ferel tetapa saja tidak mau menceritakan masalah dia dan tetap menyimpan masalahnya seorang diri. Sampai akhirnya Ferel pergi, pindah rumah, dan mencari sekolah baru, tanpa memberi tahu Tara dan mengabari keberadaan Ferel. Tara mencoba untuk mencari Ferel kenapa dia pergi tanpa meninggalkan pesan apapun.

Seakan-akan Ferel menghindar dan menjauhi Tara sampai 9 tahun mereka tidak bertemu lagi, tapi Tara tetap mencari Ferel dan ingin bertanya kenapa dia pegi tanpa bilang apa-apa. Sebenarnya kenapa Ferel hingga sampai Ferel lulus SMA.

Dan akhirnya Ferel berniat melanjutkan sekolahnya di Sidney, dia hidup disana, dia tidak bekerja dia tinggal di apartemen, kiriman yang dari ayahnya sudah cukup unuk memenuhi kebutuhannya tiap hari, buat beli mobil juga bisa biarpun gak baru, tapi seken sudah cukup keren, karena Ferel mahir memodifikasi mobil seken dia bisa menjadi mobil yang gaya dan keren.Kebetulan juga dia mmpunyai bengkel di Sidney.
Hobi memodifikasi mobil itu yang selalu mengisi hari-hari Ferel dan si Bidu temennya sampai akhirnya si Ferel menjadi idola sang cewek Sidney.

Ferel sering gonta ganti temen cewek, walaupun ferel tidak pernah mengejar-ngejar cewek, tetapi dia yang selalu dikejar-kejar cewek. Seperti Tirsa dan Vira, dua cewek itu bersaing untuk mendapatkan Ferel.
Padahal yang menjadi pacar Ferel hanya seperti pembantu, yang selalu memasakkannya, mencucikan baju, membersihkan apartemennya.Tetapi Ferel tak pernah menyuruh pacarnya seperti itu, mereka mau sendiri.

Saat Tara pergi ke Sidney untuk liburan ke tempat temannya yaitu Nana, tanpa diduga dan tanpa di duga-duga Tara bertemu Ferel, Tara merasa bahagia karena dia selalu mengharap bisa bertemu dengan Ferel. Saat di Sdieny Tara tinggal di Apartemen Nana. Sejak pertemuan Tara dengan Ferel di Sidney itu mereka menjadi sering bertemu dan Ferel juga sering ke apartemen Nana. Mereka melepas rindu karena sudah 9 tahun mereka tidak bertemu, mereka seperti sepasang kekasih yang selalu mesra. Walaupun Tara sudah mempunyai pacar, namanya Frans. Frans adalah cowok yang sangat baik, yang selalu setia menemani Tara.

Setelah mereka melepas rindu, ternyata Ferel menghilang lagi. Tara mencari kembali bahkan ke apartemen Ferel juga tidak ada. Tara penasaran lagi kenapa Ferel menghilang lagi tanpa sebab. Rasa-rasanya Tara tidak ingin meninggalkan Sidney dan ingin mencari Ferel terus, tapi Tara tau ada yang menunggu di Jakarta, Frans kekasih Tara.
Dua minggu sudah Tara di Sidney, ketika dia mau pulang ke Jakarta Tara ingin menemui Ferel hanya sekedar untuk berpamitan saja.

Tara pergi ke apartemen Ferel tapi Ferel juga tak kunjung datang, akhirnya Tara pun memutuskan untuk pulang ke Jakarta. Saat berada di pesawat pikiran Tara selalu ke Ferel. Malam itu Ferel pulang dari bar, dia mengemudi mobilnya dengan kecepatan hebat, sampai-sampai polisi mengejarnya, tapi Ferel tetap mengemudi dengan kecepatan tinggi. Gara-gara kecepatan tinggi itu ferel mengalami kecelakaan dia terluka parah termasuk pada bagian wajah.

Bidu mengasih kabar pada Nana kalau Ferel kecelakaan tapi Tara sudah pulang, Nana pun menelpon dan memberi tahu pada Tara kalau Ferel kecelakaan, Tara pun kembali ke Sidney dan menjenguk Ferel, setelah dia tahu Ferel mengaami cacat di wajahnya, tapi entah apa sebabnya tiba-tiba Tara bilang kalau Tara tidak mau kehilangan Ferel lagi, apapun yang terjadi Tara tidak mau kehilangan Ferel.

Dua minggu sudah Frans melamar Tara. Franspun tidak pernah berfikir lagi kalau Tara bakal ninggalin Frans, karena Frans sudah melamar dia, tapi kenyataan berkata lain, tiba-tiba Tara memutuskan pertunangannya dengan Frans. Frans pun tidak bisa bilang apa-apa lagi Frans sendiri juga bingung harus bilang apa dia sama orang tua Frans padahal baru seminggu yang lalu dia ngasih kabar bahagia tentang hubungannya dengan Tara. Tapi tiba-tiba kebahagiaann itu telah lenyap dengan perasaan berat hati apapun yang terjadi Frans harus bilang sama orang tua dia tentang hubungannya dengan Tara. Akhirnya Frans harus bisa menerima semua keputusan Tara kalau, Tara akan menikah dengan Ferel.

Dengan gaun yang sempurna, elegan Tara akhirnya menikah di Gereja, mereka mengungkapkan sebuah janji bahwa apapun yang terjadi mereka akan tetap bersatu, sebenanrnya mereka menjadi satu. 2 tahun sudah Ferel dan Tara menikah, tapi Ferel tidak pernah menyentuh Tara sedikitpun karena Ferel masih merasa trauma tentang perbuatan paman Tardi.

Pada saat Ferel duduk di bangku SD tepatnya saat berusia 12 tahun. Paman Tardi adalah paman yang selalu dibanggakan Ferel, paman Tardi adalah seorang pahlawan bagi dia. Saat itu paman Tardi sedang menginap di rumah Ferel saat ayah Ferel pergi keluar kota, dan dirumah hanya ada Ferel dan paman Tardi. Saat itu mereka tidur berdua di kamar Ferel, tanpa pernah Ferel pikirkan sebelumnya tanpa ferel bayangkan paman Tardi yang bagi dia seorang pahlawan ternyata paman Tardi adalah seorang Homo, bejatnya lagi dia memperlakukan Ferel seperti seorang istri yang sangat dia sayangi.

Setelah kejadian itu Ferel mengalami trauma berat, dia suka menyendiri bahkan matanya sering berkaca-kaca seakan-akan ada masalah yang membuatnya tidak bisa memikulnya kekecewaan, kesedihan, trauma, dendam, kebencian semuanya bercampur menjadi satu. Ferel menceritakan penderitaannya selama ini karena kejadian itulah selama ini Ferel tidak pernah melakukan hubungan seperti layaknya istri dan suami. Tara tidak mau tinggal diam, dia mengobati suaminya. Ferel disuruh ke psikiater, usaha Tarapun tidak sia-sia Ferel mengalami kesembuhan. Kata dokter Ferel bisa sembuh, maka mereka disuruh berlibur, mereka pun pergi ke Sidney, di Sidney itulah Ferel terasa mempunyai hidup baru.

Mereka tinggal lama di sana, sampai akirnya mereka pun mempunyai 3 orang anak, Nadine, Alvino dan Ronaldo, dengan kedatangan mereka ber 3 hidup Ferel terasa lebih sempurna. Kepedihan yang dia rasakan dulu dapat dia kubur dalam-salam seiring berjalannya waktu, rumah tangga mereka mendapat musibah Ferel sakit “Al Zheimer” penyakit yang menyebabkan kemunduran ntelektual yang progresif, bisa diobati tapi tidak bisa disembuhkan.

Penyakit yang menyebabkan perusakan memir, kemampuan bicara dan komunikasi, hingga pada akhirnya Ferel tidak lagi mengenali anak-anaknya bahkan istri yang sangat dia cintai. Di tengah bencana rumah tangga mereka Frans datang sebagai dokter yang merawat Ferel, makin hari Ferel tidak mengalami kemajuan bahkan penyakitnya bertambah parah, tidak bisa berjalan bahkan diajak berkomunikasi.

Akhirnya Ferel dibawa ke panti jompoh. Pagi itu Ferel diajak Tara dan anak-anaknya pergi ke sebuah tempat dengan Ferel duduk di kursi roda, Tara setia mendorongnya tempat itu adalah gedung sekolahan saat SD. Saat mereka baru mengenal cinta gedung ini yang membuat mereka mengenal kata cinta, bahkan ketika cinta itu sendiri belum hadir dalam kamus mereka, cinta iu yang mengikat mereka dalam sebuah perkawinan yang tak ternoda.

Dengan usaha Tara kembali menceritakan semua itu pada Ferel, Ferel menoleh dan menatapnya Tara membalas tatapan suaminya dengan tatapan paling lembut dan paling menyejukkan yang pernah dia miliki “Jangan khawatir Ferel” bisiknya mesra aku janji masa itu akan datang kembali menjenguk kita setiap hari, setiap kali kamu ketemu Tara, seiap kali itu pula ku akan mengingatkannya perasaan sedih, gembira, mengharukan, bahagia yang tak pernah berubah semuanya dani balut perasaan yang sama, sentuhan yang sama dan sentuhan itu bernama cinta.

Mereka saling mencintai bahkan ketika cinta itu sendiri belum hadir dalam kamus mereka. Cinta mereka begitu dalam dan indah, cinta yang mengikat mereka dalam sebuah perkawinan yang tak bernoda, tetapi alzheimer datang terlalu pagi.”penyakit ini menyebabkan kemunduran intelektual yang progressif”.dapat diobati tapi tak dapat disembuhkan.secara bertahap akan merusak memori, kemampuan berbicara dan komunikasi. Sampai suatu hari penderita tidak mengenali lagi keluarganya sendiri.”
tatkala suaminya sudah tidak mengenalinya lagi, berdosakah tara jika dia jatuh kepelukan lelaki lain.?”.

4 comments on “RESENSI DAN SINOPSIS NOVEL “SENTUHAN INDAH ITU BERNAMA CINTA “

  1. sudah lama tidak membaca Mira W, baru tahu kalau W itu singkatan dari Widjaya..hehe

  2. Hhmm keren banget. . :)

    I Like It. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

de_dzuhri 14

A topnotch WordPress.com site

Go Online !

Give your more smile :)

Puzpha kesuma Niingsih :)

Welcome to my blog ^_^

Newbie Tora

Takkan ada perubahan tanpa ada perbuatan

Anjar Priyadi

Hadapi hidup ini dengan penuh Semangat Baru

yayaz raraz adyu

"Dunia yang kita ciptakan adalah produk pemikiran kita. Kita tidak akan bisa mengubahnya tanpa mengubah pemikiran kita."(Albert Einstein)

mesyaadizzy

A great WordPress.com site

Blog'e Cah Bagus

Oyi tooo....??

satrio teddy bintono

maravillosa vida en la búsqueda de una bendición

yayaalankaabut

jangan biarkan waktu berlalu sia-sia

Bakti Esnaning Fitri

Happy Always !!!! :)

FM Forever

Mind to Wisdom

Titi Isworo

4 out of 5 dentists recommend this WordPress.com site

Destika Erna Puspita :)

Tersenyum & Selalu Senang :)

ENGGAR WIAR'10

Mata bisa melihat dengan jelas,namun hanya hati yang bisa melihat dengan jujur

affastt

My "life" is My "dream"

enggardinisukmawati

Senyuman itu seperti perban, walaupun lukanya tertutupi tetapi sakitnya masih terasa :)

Pustaka Wayang 02

Menuju ke Perpustakaan Terbuka Wayang Digital

Amallia Abbas

jujur, sunggug-sungguh, ikhlas :)

WordPress.com News

The latest news on WordPress.com and the WordPress community.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: